Tuesday, 20 September 2016

Contoh soal UTS Bahasa Indonesia kelas 7 semester 1


A.   Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling benar!
1.    Petani memang harus melakukan segala upaya untuk menanggulangi serangan kera-kera liar yang berasal dari puncak merapi. Diantaranya, dengan menggunakan jaring pada lahan pertaniannya. Cara ini harus dilanjutkan secara berkelanjutan. Selain itu, sebaiknya petani juga menanami daerah dekat puncak gunung dengan buah-buahan kesukaan kera. Sehingga binatang tersebut tidak turun ke lahan pertanuan warga.
Pokok berita tersebut adalah ....
A.    Kera-kera dari Puncak Merapi turun ke daerah pemukiman warga
B.    Kera-kera itu meresahkan warga yang tinggal di lereng gunung
C.   Upaya yang harus dilakukan petani untuk menanggulangi serangan kera liar
D.   Petani harus menanam buah-buahan di dekat puncak gunung

2.    Lahan yang tercemar minyak solar dari pipa PT Pertamina yang bocor di Dusun Mranggen, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Minggu 19 Juni 2011 semakin meluas ke Desa Janti, Kecamatan Polanharjo. Semula pencemaran hanya terjadi di tiga petak tetapi sekarang menjadi enam petak.
Pokok berita tersebut adalah ....
A.    Pipa PT Pertamina bocor
B.    Lahan yang tercemar solar meluas
C.   Terjadi pencemaran di Dusun Mranggen
D.   Tanah yang tercemar menjadi enam petak

3.    Pemakaian imbuhan {me-} yang tepat terdapat pada kalimat ...
A.    Angga menyabut paku itu dengan kakatua.
B.    Kami tidak berani merubah keputusan yang telah kami sepakati.
C.   Ayah menimbun sampah rumah tangga di belakang rumah.
D.   Melda menyari pensilnya yang jatuh di bawah balai.

4.    Yang termasuk kalimat aktif adalah ...
A.    Saluran air sedang dibersihkan oleh warga Depok.
B.    Beberapa warga Depok sedang membersihkan saluran.
C.   Setiap hari Minggu saluran ini dibersihkan oleh warga Depok.
D.   Saluran ini dibangun oleh warga Depok.

5.    Pengalaman yang menyenangkan terdapat pada ...
A.    Hari itu bertepatan dengan pesta tahun baru. Tiba-tiba gulungan ombak datang dengan tiba-tiba menyapu tenda kami. Aku satu-satunya yang selamat karena terlempar ke atas pohon.
B.    Hampir semua temanku datang ke pesta ulang tahunku yang ke tujuh belas. Berbagai hidangan dan permainan menarik menambah meriahnya perayaan itu.
C.   Peristiwa yang mengerikan itu terjadi ketika aku masih berumur 6 tahun. Karena angin ribut, rumah yang kutinggali runtuh karena gempa dan kedua orang tuaku meninggal karena kejatuhan reruntuhan bangunan.
D.   Tiba-tiba seorang bertubuh tinggi besar dan berpakaian hitam menyeret dan mengikatku ke tiang. Mulutku pun dilem dengan isolasi.

6.    “Kamu tahu? Sudah tiga bulan ini saya belum membayar SPP. Jika nanti bulan depan saya tidak melunasi, tentu ada resiko bagi saya,” kata Supiyah.
“Ibumu bisa melunasi, kan?” tanya Purwanti.
“Saya kurang yakin, Pur!” jawab Supiyah pelan sambil menggelengkan kepala. Matanya bersinar indah, mulai berkaca-kaca.
Kutipan cerita tersebut adalah tahap ... dalam cerita.
A.    penampilan masalah
B.    pengenalan tokoh
C.   puncak ketegangan
D.   penyesalan

7.    Ketika Tripinto tertindih di bawah, tiba-tiba ia menjerit kesakitan. Sekilas tampak oleh Toni darah yang merembes di celana Tripinto. Rupanya karena nafsunya untuk mengalahkan Toni, ia lupa bahwa ia sedang menderita bisul, dan ketika tertindih di bawah bisul itu pecah dan menimbulkan perasaan sakit yang bukan kepalang.
“Ada apa, Ton?” Seseorang melerai perkelahian itu. Ketika Toni menoleh, ternyata teman akrabnya di sekolah, Dedi.
Kutipan cerita yang dicetak miring tersebut adalah tahap ... dalam cerita.
A.    penampilan masalah
B.    pengenalan tokoh
C.   pundak ketegangan
D.   penyelesaian

8.    Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah ...
A.    “Maaf, Pak. Saya terlambat lagi karena ban sepeda saya kempes di tengah jalan,” kata Damar.
B.    Maaf, Pak. Saya terlambat lagi karena ban sepeda saya kempes di tengah jalan, kata Damar.
C.   “Maaf, Pak. Saya terlambat lagi karena ban sepeda saya kempes di tengah jalan, kata Damar.”
D.   “maaf, Pak. Saya terlambat lagi karena ban sepeda saya kempes di tengah jalan,” kata Damar.

9.    “Buku itu belum saya ambil,” kata Tito.
Kalimat tidak langsung dari kalimat langsung tersebut adalah ...
A.    Buku itu belum saya ambil, kata Tito.
B.    Tito mengatakan bahwa ia belum mengambil buku itu.
C.   Saya mengatakan bahwa Tito belum mengambil buku itu.
D.   Tito mengatakan bahwa saya belum mengambil buku itu.

Bacalah dongeng berikut!
Dengan tubuhnya yang kecil tapi gesit dan lincah, si kancil dapat menghindari ranting danmenerobos semak belukar dengan mudah. Dan akhirnya si kancil dapat memenangkan lomba itu karena kegigihan dan semangatnya tinggi untuk berlatih. Sedangkan si kuda yang tahu bahwa dirinya kalah oleh si Kancil, hanya dapat tertunduk dan merasa sangat malu pada kata-kata sesumbarnya sendiri. Dan mulai saat itu, si kuda tak berani menyombongkan diri lagi.

10.  Cerita tersebut termasuk dongeng ....
A.    fabel
B.    legenda
C.   mite
D.   jenaka

11.  Kancil dapat memenangkan pertandingan karena ....
A.    berhasil menipu kuda
B.    behasil menerobos semak belukar
C.   badannya kecil dan lincah
D.   memiliki kegigihan dan semangat yang tinggi

12.  Kuda dalam cerita tersebut berwatak ....
A.    sabar
B.    cerdik
C.   pemaaf
D.   sombong

13.  Latar tempat cerita tersebut adalah ....
A.    di sungai
B.    di danau
C.   di hutan
D.   di pantai

14.  Amanat cerita tersebut adalah ....
A.    Kita harus bertanding secara jujur
B.    Kita harus cerdik
C.   Jangan sombong
D.   Harus sabar

15.   Perhatikan kalimat berikut!
(1)  Jangan meremehkan orang lain!
(2)  Hargailah pendapat temanmu!
(3)  Tidak boleh memandang rendah teman.
(4)  Sebaiknya titipkan barang-barangmu terlebih dahulu.
Kalimat perintah ditandai dengan nomor ....
A.    (1)
B.    (2)
C.   (3)
D.   (4)

16.   Perhatikan kalimat berikut!
(1)  Hiduplah dengan wajar.
(2)  Jangan suka mengada-ada.
(3)  Bertemanlah dengan siapa saja.
(4)  Jangan membeda-bedakan teman.
Kalimat larangan ditandai dengan nomor ....
A.    1 dan 3
B.    2 dan 4
C.   1 dan 2
D.   3 dan 4

17.  Pernyataan yang benar tentang kamus adalah ....
A.    ditulis secara acak
B.    ditulis menurut abjad
C.   tidak mencantumkan makna kata
D.   berbentuk prosa

18.  Apabila ada dua kata yang berawal dengan huruf sama, maka cara mengurutkannya sesuai kamus adalah ....
A.    bisa dibolak-balik
B.    dilihat huruf terakhir kata tersebut
C.   dilihat huruf kedua kata tersebut
D.   dilihat huruf keempat kata tersebut

19.  Bara mencari nomor telepon pamannya pada buku petunjuk telepon. Kegiatan yang dilakukan Bara adalah ....
A.    membaca bersuara
B.    membaca nyaring
C.   membaca indah
D.   membaca memindai

20.  Membaca memindai dilakukan pada kegiatan ....
A.    membaca cerpen anak-anak
B.    membaca dongeng anak-anak
C.   membaca artikel dalam surat kabar
D.   mencari istilah dalam buku berindeks

B.   Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1.    Sebutkan 6 pokok-pokok berita!
2.    Buatlah dua kalimat langsung dan ubahlah menjadi kalimat tidak langsung!
3.    Buatlah contoh kata sapaan dan kata acuan dalam sebuah kalimat!
4.    Apa manfaat buku harian bagi pemiliknya?

5.    Tulislah sebuah catatan harian dari peristiwa yang kamu alami pada hari ini!

Geguritan: Nagariku

Nagariku
Anggitane: Yekti Wijiarti

Endi...endi ana nagari sing sesugih nagariku
Sawahe ora mung ngasilaken pari, tebu, lan jagung
Tapi uga pabrik, papan wisata, lan gedung
Nagari kawula iku nagari kang subur
Nanging nyatane koh wong liya sing padha makmur

Deleng, kursi-kursi apik sing nggo jagongan
Iku sekang alasku
Sega-sega enak sing dipangan
Iku sekang pariku
Emas lan perak sing dadi sandhangan
Iku kabeh sekang lemah tambangku

Endi...endi ana nagari sing sesugih nagariku
Majikan-majikanku nduweni batur-batur manca negara
Negeriku ngasilaken konglomerat
Sing bakal nelantaraken kaum mlarat

Nanging apa, apa gaweku
Aku mung budak cilik sing teyenge nyapu, ngunu, nutu
Sinambi sinau karo nggolet ilmu

Tapi iki selaku tugas nggo generasiku
Tugas gawe nagari sing makmur rakyate
Sing apik papane
Sing patut sandhange
Lan sing cukup pangane
Tan ana sing bisa ngalang-alangi

Sedaya samiya saiyeg lan saeka praya
Mbangun praja lan nuswantara
Murih tumuju Indhonesia kang merdeka

Siki wis wektune
Ngubah nagari sing nelangsa dadi nagari sing merdeka
Merdeka sekang penguasa

Merdeka sekang bab sapada

Geguritan: Bali

 Bali
Anggitanipun: Waryatun

Nalika dina burik kalian sumo
Jangkrik-jangkrik ngumbar nyayi
Aku mung bisa ngelus dada
Ngrasakna semreseting ati iki
Kelingan anak lanangku

Bali Ngger, balia
Nek pancen kowe ora bisa
Mbokmu iki uwis nggatekake

Ngger, endi janjimu
Nek mbiyen arep ngulinakna urip
Uripmu ya urip mbokmu iki

Balia Ngger,
Nek kaya ngene dadine gatekna Ngger
Mbokmu iki sansaya dina sansaya kelu
Pawon senen kemis gole murub

Urip iki sansaya dina sansaya angel
Sapa sing gawe?
Sliramu Ngger, sliramu anakku

Balia Ngger,
Iku dudu panggonanmu
Korsi iku dudu anggonmu
Bali, aja sesumbar maning
Yen kowe bisa lan kudu dilanjutna

Bali,
Mbokmu iki wis ora kuwat
Sawah kae garapen, ora usah isin

Ngger, sliramu kudu ngerteni
Luwih mulya wong tani
Menehi pari nggo pangan wong cilik
Wong-wong cilik kaya mbokmu iki

Bali Ngger,
Neng kene ana sing lewih mulya

Nadyan pancen kudu rekasa

Monday, 15 February 2016

Jenis-Jenis Metode Penelitian Pendidikan

Jenis-Jenis Metode Penelitian Pendidikan
1.      Metode Penelitian Kuantitatif
Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
2.      Metode Penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
3.      Metode Penelitian Pengembangan
Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.
Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years).
Kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
Sumber Masalah
Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benaar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, ada pengaduan, dan kompetisi.
a.       Terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
Contoh: Di suatu sekolah mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, untuk mengatasi kekurangan guru tersebut sementara waktu guru mata pelajaran olahraga merangkap menjadi guru mata pelajaran bahasa Indonesia.
b.      Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
Contoh: pada kompetensi menulis puisi, seorang guru bahasa Indonesia berencana menerapkan metode wisata untuk mendukung kegiatan pembelajaran, akan tetapi pada saat pembelajaran dilakukan terjadi hujan deras.
c.       Ada pengaduan
Contoh: adanya pengaduan mengenai kualitas mengajar mahasiswa PPL pada suatu sekolah.
d.      Ada kompetisi
Contoh: mahasiswa yang bukan dari fakultas keguruan kemudian mengambil akta IV dan menjadi guru akan menimbulkan persaingan dengan mahasiswa dari fakultas keguruan

Friday, 12 February 2016

Curug Ambal Pitu Gemawang

Wacan Basa Jawa (Bacaan Berbahasa Jawa)

Curug Ambal Pitu Gemawang

Curug Ambal Pitu Gemawang
Angger ngomongi panggonan plesiran nang Kabupaten Banyumas pancen akeh pisan, salah sijine kiye arane Curuh Gemawang. Curug Ambal Pitu kiye ana nang Desa Kemawi, Kecamatan Somagede. Desa Kemawi pancen desa sing kabeh wilayahe klebu dhaerah pegunungan, merga kuwe panggonane esih asri lan sarwa alami.
Mlaku-mlaku maring Curug Gemawang dijamin bisa nggo ngilangna pikiran bundet lan madangna pikiran sing lagi ruwet. Apamaning angger wis weruh banyune sing bening lan seger mesthi kepengin nginum. Curug Gemawang banyune pancen nggrujug terus sekang tuk sing ora ana pedhote sanajan mangsa ketiga. Apamaning angger mangsa rendheng, banyune mesthi tambah gedhe nggrujuge.
Menawa arep maring Curug Gemawang, saka Banyumas kira-kira 15 kilometer arah wetan. Yen wis nemu pertelon Pasar Sokawera Kecamatan Somagede, langsung menggok ngidul. Nang kono takon bae maring penduduk utawa bocahan, mesthi ngerti kabeh amarga panggonan kiye wis terkenal, ora mung neng tlatah Banyumas nanging uga daerah senjabane Banyumas. Mengkone neng dalan uga ana papan petunjuk arah maring curug kiye. Sedawane dalan maring curug kiye pemandangane maen banget, kiwa tengene esih alas, nanging aja khawatir dalane wis alus aspalan kabeh.


 Kapekik saka Kalawarti ANCAS (Kanthi owah-owahan)

Peribahasa

Peribahasa
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu. Peribahasa biasanya berupa kalimat-kalimat ringkas, padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, naseha, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.
Peribahasa dapat dibedakan menjadi:
1.      Pepatah
Pepatah adalah jenis peribahasa yang berisi nasehat atau ajaran dari orang tua.
Contoh:
Air tenang menghanyutkan. (orang pendiam, tetapi berilmu banyak)
Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah. (dalam melakukan suatu pekerjaan hendaknya selalu berhati-hati)
2.      Perumpamaan
Perumpamaan adalah jenis peribahasa yang berisi perbandingan yang menggunakan kata seperti, bagai, bak, laksana, dll.
Contoh:
Seperti pungguk merindukan bulan. (mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin tercapai)
Laksana burung dalam sangkar. (seseorang yang terikat oleh keadaan)
3.      Pemeo
Pemeo adalah jenis peribahasa yang biasanya digunakan untuk semboyan.
Contoh:
Esa hilang, dua terbilang. (terus berusaha hingga tercapai cita-cita)
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (seiya sekata atau bersatu padu)

Thursday, 11 February 2016

Perbedaan Kata Baku dan Tidak Baku

Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan aturan kebahasaan yang berlaku, didasarkan atas kajian berbagi ilmu, termasuk ilmu bahasa dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kata baku dalam bahasa Indonesia berpedoman pada Pedoman Umum Pembentukan Istilah yang telah ditetapkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bersamaan ditetapkannya pedoman sistem penulisan dalam Ejaan Yang Disempurnakan.
Kata baku sebenarnya merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Konteks penggunaannya adalah dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat. Sebagai contoh, kata baku misalnya digunakan dalam (1) surat menyurat antar lembaga, (2) laporan keuangan, (3) karangan ilmiah, (4) lamaran pekerjaan, (5) surat keputusan, (6) perundangan, (7) nota dinas,(8) rapat dinas, (9) pidato resmi, (10) seminar, (11) penyampaian pendidikan.
Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari/ bahasa tutur.